Mengenal Lebih Dekat Sosok ‘Babe’, Danki Satpol PP Surabaya

oleh -32 views

Bangga Surabaya – Dia memang sudah berumur, dan memiliki postur tubuh yang tidak besar. Namun, semangatnya dan taktik dalam bertugas, selalu mendapat apresiasi dari pimpinan.

Pria yang bernama lengkap Abdul Razak atau biasa dipanggil Babe ini berprofesi sebagai Danki (Komandan Kompi) dan menaungi Danton (Komandan Pleton) Tim Odong-Odong Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Surabaya.

Awalnya, Babe bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya sejak tahun 1986, hingga akhirnya ia dipindahkan ke Satpol PP pada tahun 2003. Namun, sebelum menjadi bagian dari Satpol PP, ia harus menempuh Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Watu Kosek, Pasuruan, Jawa Timur, kurang lebih 1 bulan.

“Karena waktu itu saya dan istri tidak boleh bekerja di satu kedinasan yang sama. Akhirnya saya dipindahkan oleh pihak Pemerintah Kota Surabaya ke Satpol PP,” kata Babe saat ditemui, Rabu, (24/09/19).

Pria kelahiran Pamekasan, Madura 17 Januari 1963 ini menyatakan, bahwa menjadi seorang Danki di Satpol PP, tidaklah mudah. Sebab, sebagai aparat dituntut untuk selalu siap siaga dan bertanggung jawab jika ada perintah dari pimpinan. Walaupun saat ia tidak dalam jam kerja sekalipun, dan harus pulang pergi dari rumahnya yang berada di Driyorejo, Gresik.

Selama menjadi Danki di jajaran Satpol PP, Babe juga memiliki pengalaman yang mengesankan. Salah satunya, saat ia mendapat tugas dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pimpinan, untuk menjaring anak-anak yang terlibat miras. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan anak-anak agar tidak terjerumus lebih dalam dan berkelanjutan.

Selain itu, ia bersama jajarannya juga seringkali melakukan kegiatan sidak bersama tim gabungan lain. Mereka terdiri dari jajaran Polrestabes Surabaya, Dishub, Linmas, dan relawan, dalam masalah menangani balapan liar.

Selain cerita yang mengesankan, Babe juga memiliki pengalaman yang sangat emosional. Salah satunya saat ia bersama jajarannya melakukan penertiban bangunan liar (Bangli) dan pedagang kaki lima (PKL).

<img data-attachment-id="7405" data-permalink="https://humas.surabaya.go.id/2019/09/27/mengenal-lebih-dekat-sosok-babe-danki-satpol-pp-surabaya/babe/" data-orig-file="https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/09/Babe.jpg?fit=800%2C515&ssl=1" data-orig-size="800,515" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="Babe" data-image-description="

Anggota Satpol PP Surabaya

” data-medium-file=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/09/Babe.jpg?fit=300%2C193&ssl=1″ data-large-file=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/09/Babe.jpg?fit=800%2C515&ssl=1″ class=”size-full wp-image-7405″ src=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/09/Babe.jpg?resize=800%2C515&ssl=1″ alt=”Anggota Satpol PP Surabaya” width=”800″ height=”515″ data-recalc-dims=”1″ />

Babe bersama jajarannya saat melakukan penertiban anak-anak yang terlibat kenakalan remaja | Dok. Pri

Namun demikian, Babe mengungkapkan, bahwa tugas tersebut akan dialihkan pada anggota Satpol PP perempuan, jika masalah yang harus diselesaikan menyangkut perempuan dan anak kecil. Sebab, Babe merasa iba dan tidak tega jika masalah yang harus diselesaikan menyangkut anak-anak dan perempuan.

“Memang semuanya berlawanan dengan hati nurani, namun itu adalah perintah dan tugas yang sudah jelas dan harus ditaati,” ujarnya.

Selama menjabat menjadi Danki dan Danton Satpol PP Surabaya, Babe telah mendapatkan 2 Piagam Penghargaan sekaligus, yaitu pada tahun 2017 dan 2019. Prestasinya ini adalah hasil dari kerja kerasnya selama ia menjabat.

Menariknya, hanya Babe satu-satunya Danki yang mendapatkan dua Piagam Penghargaan sekaligus dari Wali Kota Surabaya. Namun, dengan prestasi yang telah diraih itu, ia masih tetap rendah hati saat bertugas.

Dibalik kesuksesannya sebagai Danki dan Danton, Babe juga tidak pernah meninggalkan peran Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto. Babe mengakui bahwa sosok Irvan adalah pemimpin yang memotivasinya untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

“Beliau (Kasatpol PP) itu sangat bertanggung jawab di lapangan, bertanggung jawab pada anggota, asalkan kita jangan melenceng mengikuti perintahnya,” kata dia.

Kendati demikian, Babe juga menyampaikan rasa terimakasih pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Berkat Wali Kota Risma, kehidupan Babe yang dulu kurang berkecukupan, kini menjadi lebih baik.

“Setelah saya pensiun nanti, siapapun pemimpinnya, semoga Satpol PP bisa lebih baik dari saya, biar Satpol PP lebih solid, harus berani, dan tegas,” pungkasnya.

 


Penulis: Nida Naziah, Novita Agustina Maharani

Editor: And

Sumber : Pemkot Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.