Es Cokelat Tambah Umur, Si Manis Legendaris

oleh -36 views

Bangga Surabaya – Terhitung sejak berdiri di tahun 1950an, kedai Es Cokelat Tambah Umur yang berlokasi di Jalan Simokerto Surabaya ini, masih tetap eksis hingga sekarang.

Memasuki usianya yang ke 69 tahun, Es Cokelat ini menjadi salah satu minuman favorit, bahkan legendaris di Kota Surabaya. Usaha yang sudah turun temurun ini, tetap menyajikan es cokelat dan tak lupa roti sobek sebagai paduannya.

Meskipun sudah berdiri sejak lama dan diteruskan ke beberapa generasi, Es Cokelat Tambah Umur masih tetap menjaga cita rasa. Bahkan, pembuatan es ini tetap dilakukan oleh keluarga mereka sendiri. Sehingga rasa khas dari es cokelat ini tetap terjaga hingga sekarang. Untuk resepnya sendiri, merupakan rahasia keluarga sejak dulu.

Penerus Usaha Es Cokelat Tambah Umur, Dimas Angling mengatakan, nama Tambah Umur, sudah ada sejak berdirinya kedai Es Cokelat ini. Embel-embel tambah umur sendiri, diasumsikan untuk pelanggan yang sudah mencicipi es ini menjadi sehat serta panjang umur.

“Jadi maksudnya bagi mereka yang sudah mencicipi es ini bisa menceritakan kepada anak-anak mereka bahkan cucunya. Bahwa ada yang namanya Es Cokelat Tambah Umur ini,” kata Dimas saat ditemui Tim Bangga Surabaya, Selasa (01/10/19).

Untuk mempertahankan kesan lawasnya, dalam penyajiannya pun simpel. Yakni, menggunakan cangkir berkuping yang terbuat dari stainless steel. Gelas berbahan ini memungkingkan es bisa bertahan dingin lebih lama, sehingga cita rasa tetap terjaga.

Hingga kini pelanggannya tidak pernah berkurang, membuat minuman ini tampak menggiurkan meskipun dengan tampilan ala kadarnya. “Alasan kami menggunakan gelas aluminium sendiri selain agar aksen lawas, juga dimaksudkan supaya es didalamnya tetap dingin,” ujar Dimas.

Di tengah inovasi makanan dan minuman yang bertopping, Es Cokelat Tambah Umur hanya menjual es cokelat tanpa topping, benar-benar tanpa campuran apa pun. Kedai ini hanya menjual secangkir es cokelat sederhana yang disajikan bersama roti sobek.

<img data-attachment-id="7463" data-permalink="https://humas.surabaya.go.id/2019/10/02/es-cokelat-tambah-umur-si-manis-legendaris/es-cokelat-tambah-umur-2/" data-orig-file="https://i1.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/es-cokelat-tambah-umur-2.jpeg?fit=1280%2C853&ssl=1" data-orig-size="1280,853" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"0"}" data-image-title="es cokelat tambah umur" data-image-description="

es cokelat tambah umur

” data-medium-file=”https://i1.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/es-cokelat-tambah-umur-2.jpeg?fit=300%2C200&ssl=1″ data-large-file=”https://i1.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/es-cokelat-tambah-umur-2.jpeg?fit=1024%2C682&ssl=1″ class=”size-full wp-image-7463″ src=”https://i1.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/es-cokelat-tambah-umur-2.jpeg?resize=1280%2C853&ssl=1″ alt=”es cokelat tambah umur” width=”1280″ height=”853″ data-recalc-dims=”1″ />

Es Coklat ini menjadi salah satu minuman legendaris di Kota Surabaya | Foto: Alfa/Hanim

Kedai es cokelat ini mulai buka mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Dalam menjalankan usaha turun temurun ini, Dimas Angling dan ibundanya, Wiwik Sugiyanti, juga tetap memegang konsistensi serta tepat waktu dalam membuka kedainya.

“Jadi kita buka jam 08.30 tutupnya jam 16.00 kan, kalau jam 16.00 belum habis kita tetep tutupnya jam 16.00. Untuk sisa es cokelatnya bisa disimpan dalam kulkas, biar tetap segar,” jelas Dimas.

Dalam sehari, kedai Es Cokelat Tambah Umur dapat menghabiskan empat sampai lima wadah dandang berukuran besar. Tak perlu khawatir, untuk dapat mencicipi satu gelas Es Cokelat Tambah Umur ini, pembeli hanya perlu merogoh kantong Rp 8 – 10 ribu, jika ditambah dengan potongan roti sobek.

“Aku sering minum Es Cokelat Tambah Umur ini, ini udah ada sejak aku masih SD. Sampai sekarang pun rasanya tetap sama nggak ada yang berubah,” kata Bayu Samudra salah seorang pengunjung kedai Es Cokelat Tambah Umur ini.

Lain halnya dengan pelanggan Es Cokelat satu ini, Lukmannul Hakim. Ia mulai kenal dengan Es Cokelat ini karena diajak oleh ibunya. “Dulu waktu ibuku masih SMA sampai sekarang sering ke sini kita berdua. Bedanya dulu itu gak pakai roti, jualnya juga masih dipikul. Terus cangkirnya itu dari gelas kecil, modelnya seperti gelas klasik motif loreng, tapi rasanya tidak pernah berubah,” kata Lukman.

Selain kedai yang berlokasi di jalan Simokerto, kini ada inovasi baru dari Es Coklat Tambah Umur ini. Untuk para penikmat Es Cokelat Tambah Umur dapat ditemui juga Drive Thru di daerah waduk Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

 


Penulis: Alfa Kumala, Hanim Masrukhin

Editor: And

Sumber : Pemkot Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.