Perempuan Cantik ini Pilih jadi Anggota Satpol PP Ketimbang Bidan

oleh -18 views

Bangga Surabaya – Petugas Satpol PP memang mayoritas adalah kaum pria. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi perempuan untuk bisa bergabung menjadi anggota Satpol PP.

Yolanda Dessy adalah salah satunya. Perempuan berumur 25 tahun ini, sudah menjadi anggota Satpol PP Surabaya sejak tahun 2017. Sebelum bergabung di Satpol PP, Yolanda menempuh pendidikan kebidanan dan pernah bekerja di sebuah rumah sakit swasta selama dua tahun.

Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda 180 derajat dengan profesinya saat ini, ternyata bekal ilmu yang didapatnya sangat berguna dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat.

Perjalanannya untuk menjadi seorang Satpol PP, berawal dari penolakan yang diterimanya saat melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Hingga akhirnya, ia mendapatkan informasi dari tetangganya mengenai lowongan pekerjaan yang ada di media sosial Instagram milik Satpol PP.

Setelah mencoba mengirimkan surat lamaran ke Satpol PP dan menunggu hasilnya, Yolanda dinyatakan diterima. Namun, tidak semudah itu untuk menyandang status sebagai petugas Satpol PP, karena masih ada beberapa tahapan seleksi yang harus dijalaninya.

“Iya itu kayak ada masa orientasinya gitu. Pertamanya diukur tinggi badan sama berat badan, terus ada latihan fisik sama latihan mental juga, totalnya tiga bulan,” kata Yolanda saat ditemui Tim Bangga Surabaya, Kamis (03/10/19).

<img data-attachment-id="7515" data-permalink="https://humas.surabaya.go.id/2019/10/04/perempuan-cantik-ini-pilih-jadi-anggota-satpol-pp-ketimbang-bidan/yolanda-dessy-2-copy/" data-orig-file="https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy-2-copy.jpg?fit=800%2C500&ssl=1" data-orig-size="800,500" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="yolanda dessy" data-image-description="

Satpol PP Surabaya

” data-medium-file=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy-2-copy.jpg?fit=300%2C188&ssl=1″ data-large-file=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy-2-copy.jpg?fit=800%2C500&ssl=1″ class=”size-full wp-image-7515″ src=”https://i2.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy-2-copy.jpg?resize=800%2C500&ssl=1″ alt=”Satpol PP Surabaya” width=”800″ height=”500″ data-recalc-dims=”1″ />

Yolanda Dessy ketika menangani PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) | Dok. Satpol PP Surabaya

Meskipun profesinya saat ini jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, Yolanda tetap menikmati dan menjalani dengan sepenuh hati.

“Karena di Satpol PP ini ingin mencoba dunia baru dan setelah dijalani nggak menyesal sih. Nyaman juga, soalnya banyak pengalaman yang baru dan banyak kejadian-kejadian yang bikin lebih bersyukur dalam menjalani hidup,” tuturnya.

Di Satpol PP, Yolanda bertugas untuk mengurus anak-anak kecil, ibu-ibu, serta pelajar yang bolos sekolah. Dia juga tergabung sebagai anggota Tim Odong-Odong, yang biasa disebut sebagai tim gerak cepat.

Apabila terjadi kecelakaan, Yolanda langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk menangani korban. Makanya, ia selalu membawa kotak P3K kecil yang diselipkan dibalik rompi seragamnya.

Pandangan negatif yang bermunculan di masyarakat mengenai Satpol PP, dijadikan Yolanda sebuah tantangan untuk bisa merubah stigma tersebut. Karena itu, Yolanda selalu memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa sebenarnya Satpol PP bersikap tegas dan selalu melayani masyarakat.

“Ya kayak nolong bapak-bapak gitu, terus setelah nolongin bapaknya bilang kalau ternyata Satpol PP gak jahat. Karena sebenarnya sebelum warga minta tolong, kalau kita lihat ada orang yang kesusahan ya langsung kita tolongin,” ungkapnya.

Selain dengan cara itu, upaya lain yang dilakukan untuk merubah citra Satpol PP adalah dengan menggunakan media sosial Instagram. Seperti mengunggah foto-foto kegiatan Satpol PP saat sedang melayani masyarakat.

<img data-attachment-id="7516" data-permalink="https://humas.surabaya.go.id/2019/10/04/perempuan-cantik-ini-pilih-jadi-anggota-satpol-pp-ketimbang-bidan/yolanda-dessy/" data-orig-file="https://i0.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy.jpg?fit=800%2C573&ssl=1" data-orig-size="800,573" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="yolanda dessy" data-image-description="

Satpol PP Surabaya

” data-medium-file=”https://i0.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy.jpg?fit=300%2C215&ssl=1″ data-large-file=”https://i0.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy.jpg?fit=800%2C573&ssl=1″ class=”size-full wp-image-7516″ src=”https://i0.wp.com/humas.surabaya.go.id/wp-content/uploads/2019/10/yolanda-dessy.jpg?resize=800%2C573&ssl=1″ alt=”Satpol PP Surabaya” width=”800″ height=”573″ data-recalc-dims=”1″ />

Yolanda Dessy bersama petugas medis ketika menangani korban kecelakaan | Dok. Satpol PP Surabaya

Merelakan waktu bersama keluarga tercinta menjadi ‘harga yang harus dibayar’ Yolanda. Tak jarang, ia harus kembali ke kantor atau lapangan untuk memenuhi tugas panggilan, saat sedang berkumpul bersama keluarga.

“Pernah suatu saat itu nggak tugas, tapi ada panggilan dari pimpinan untuk ke kantor, mau gak mau harus pergi ke kantor. Kalo keluarga sih memaklumi ya, malah didukung dengan perhatian kecil seperti dibawakan bekal,” kata Yolanda.

Menariknya, Yolanda juga pernah menerima penghargaan sebagai anggota teladan dari Kepala Satpol PP. Bahkan, ia kerap kali ditunjuk untuk mengikuti diklat ataupun latihan untuk mewakili Satpol PP. Walaupun tidak secara tertulis, itu semua merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi dia.

Kendati demikian, suka dan duka menjadi anggota Satpol PP juga pernah ia alami. Bahkan, Yolanda juga pernah mengalami patah pergelangan tangan karena tertabrak saat sedang melakukan penertiban pedestrian.

Namun, pengalaman buruk saat menjalankan tugas sebagai anggota Satpol PP, tidak melunturkan semangat Yolanda untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia pun tidak ingin meninggalkan profesi ini karena mengikuti panggilan hati yang besar untuk melayani masyarakat.

Yolanda mengakui, bahwa sosok ibunya dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memotivasinya menjadi seorang perempuan hebat.


Penulis: Elke, Anggie, Cita

Editor: And

Sumber : Pemkot Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.