Sistem e-ETLE Masih Panen Pelanggar Di Surabaya

oleh -8 views

Surabaya – Sistem electronic traffic law enforcement (e-TLE) masih panen pelanggar pada hari kedua penerapannya secara resmi. Tilang elektronik tersebut kembali menjaring ratusan pelanggar lalu lintas di metropolis. Hanya, jumlahnya menurun dibandingkan hari pertama. RTMC Polda Jatim mencatat adanya 437 pelanggar pada hari kedua.

Jumlah tersebut sejatinya menurun dibandingkan hari pertama yang mencapai 495 pelanggar. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra menyatakan, ratusan pelanggaran yang terjadi masih terdiri atas beberapa jenis Mayoritas terekam kamera pengawas karena menerobos lampu lalu lintas atau traffic light (TL). Jumlahnya mencapai 342 pelanggar.

Teddy menjelaskan, jenis pelanggaran itu tidak hanya berarti pengendara mengabaikan lampu yang menyala merah. Berdasar peraturan, kendaraan yang melebihi garis pemberhentian (stop line) juga termasuk melanggar kategori tersebut. ’’Banyak pengendara yang masih abai. Jika lampu sudah menyala kuning, seharusnya sudah siap berhenti,’’ katanya kemarin (18/1). Lebih lanjut dia menerangkan bahwa pelanggar yang menduduki posisi kedua adalah pelanggar batas kecepatan.

Menurut dia, batas kecepatan di dalam kota adalah 40 kilometer per jam. Namun, petugas masih memberikan dispensasi. Ditlantas Polda Jatim mengatur batas kecepatan maksimal sekitar 60 kilometer per jam. ’’Nah, yang ditindak adalah kendaraan yang kecepatannya jauh di atas ambang yang sudah ditetapkan itu,’’ paparnya.

Teddy menambahkan, jenis pelanggaran lain yang terdeteksi adalah pelanggaran markah, tidak menggunakan sabuk pengamanan, dan salah pemilihan lajur. ’’Masing-masing rawan mengakibatkan fatalitas kecelakaan,’’ ucap polisi dengan dua melati di pundak itu.

Mantan Kasubbid Provos Bidpropam Polda Jatim tersebut mengungkapkan, turunnya angka pelanggar yang terjaring e-TLE bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas meningkat. ’’Jadi, mereka tidak melanggar,’’ ujarnya.

Berdasar analisisnya, banyak pengendara yang hanya mau tertib ketika melihat polisi di jalan. Nah, penerapan e-TLE pun membuat mereka harus berpikir ulang ketika hendak melanggar peraturan. ’’CCTV yang terpasang juga mengawasi kan,’’ ungkapnya.

Menurut Teddy, warga yang mendatangi posko penegakan hukum (pos gakkum) di Mal Pelayanan Publik Siola pada hari kedua masih sekitar 30 orang. Hampir sama dengan hari pertama. ’’Belum ada yang diberi surat tilang,’’ tuturnya. Mereka, kata dia, tidak mendapat penindakan karena terdeteksi kamera e-TLE melanggar lalu lintas pada masa uji coba.

Lulusan Akpol 2002 tersebut memaparkan, pengiriman surat klarifikasi kepada warga yang terdeteksi melanggar peraturan lalu lintas memang membutuhkan waktu. Prosesnya dua sampai tiga hari. Bergantung alamat. ’’Artinya, yang benar-benar mendapat surat tilang mungkin baru mendatangi pos gakkum pekan depan,’’ jelasnya.

Posko itu, lanjut dia, berbeda dengan RTMC yang selalu aktif 24 jam. Teddy menyebut operasionalnya berhenti pada Minggu. Pada hari biasa, petugas bakal melayani warga yang ingin memberikan konfirmasi pukul 08.00–16.00. ’’Karena fungsi pos gakkum juga berbeda dengan RTMC Polda Jatim,’’ katanya.

Hasil rekaman CCTV, lanjut dia, terintegrasi dengan RTMC Polda Jatim. Jadi, petugas harus selalu siaga untuk memverifikasi jenis pelanggaran yang terekam. ’’Fungsi pos gakkum lebih kepada melayani masyarakat yang mendapat kiriman surat konfirmasi yang dikirim petugas RTMC melalui kantor pos,’’ paparnya

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: Jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

The post Sistem e-ETLE Masih Panen Pelanggar Di Surabaya appeared first on SURABAYARAYA.COM.

Sumber : Polres Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.