Kapolres dan Dandim Trenggalek-Ponorogo Tinjau Penyekatan Aglomerasi

oleh -171 views

Polres Trenggalek – Di masa PPKM Darurat sekarang ini diperlukan sinergitas yang kuat. Tidak hanya lintas instansi tetapi juga lintas daerah. Seperti halnya yang ditunjukkan oleh Jajaran Kepolisian dan TNi di Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo ini.

Sebagai wilayah perbatasan rayon atau aglomerasi dimana dilakukan penyekatan dan pembatasan mobilitas sesuai dengan aturan PPKM darurat, jajaran Kepolisian dan TNI Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo melakukan pengawasan bersama-sama tepatnya di pos chek point pengendalian PPKM Darurat  anjungan cerdas bendungan nglinggis kecamatan tugu yang merupakan perbatasan kabupaten Trenggalek dan Ponorogo. Sabtu, (17/7).

Nampak hadir antara lain, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Aziz, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0806 Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto, S.I.P., M.I.Pol dan Dandim 0802 Letkol Inf M. Radhi Rudin, S I.P serta sejumlah pejabat utama kedua instansi.

“Iya benar, hari ini kami dari Polres dan Kodim Trenggalek dan Ponorogo melaksanakan pengecekan dan peninjauan kegiatan penyekatan di Pos chek point anjungan cerdas Tugu.” Ujar AKBP Dwiasi

Tak sekadar berkunjung, dalam kesempatan tersebut Kapolres maupun Dandim Trenggalek dan Ponorogo turut serta bersama petugas pos penyekatan yang merupakan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Dinkes melakukan pemeriksaan kepada sejumlah kendaraan dari dua arah yang kebetulan melintas.

“Ada 55 kendaraan yang kita putar balik karena tidak dilengkapi dengan persyaratan administrasi sebagaimana yang telah disyaratkan dalam Imendagri tentang PPKM darurat.” Ungkap AKBP Dwiasi

AKBP Dwiasi menambahkan penyekatan tersebut akan dilaksanakan secara berkesinambungan selama PPKM darurat berlangsung. Selain di tiga perbatasan pintu masuk Kabupaten Trenggalek, pembatasan aktivitas dan mobilitas juga dilakukan di lingkar kota Trenggalek.

“Alhamdulillah, Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo berdasarkan indikator aktivitas dan mobilitas sudah masuk zona kuning dari sebelumnya zona merah dengan tingkat penurunan mencapai 25 persen. Ini berkat peran serta semua pihak dan tentunya dukungan dari masyarakat Kabupaten Trenggalek.” Imbuhnya.

Selain memeriksa kendaraan, Kapolres dan Dandim juga menyerahkan bingkisan bagi para petugas pos chek point, membagikan masker gratis kepada para pengemudi maupun penumpang serta menempelkan stiker penanda sektor esensial dan kritikan bagi setiap kendaraan yang melintas.

“Suksesnya PPKM Darurat sebagai salah satu ikhtiar dalam menekan laju penyebaran Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama. Mari saling bergotong royong, bahu membahu dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti aturan yang berlaku agar kita dapat melewati masa pandemi Covid-19 ini dengan sehat dan selamat.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.