KKN UPN Veteran Jatim Beri Pelatihan Warga Pesisir Olah Abon dari Duri Ikan Payus

oleh -62 views

Bangga Surabaya – Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, merupakan salah satu wilayah di pesisir Kota Surabaya yang mayoritas warganya membudidayakan tambak ikan. Setidaknya, ada beragam jenis ikan yang dibudidayakan oleh warga. Seperti, ikan lele, bandeng, hingga payus.

Dari hasil budidaya ikan tersebut, oleh warga kemudian diolah menjadi kerupuk. Sebenarnya, ikan hasil budidaya tersebut, masih bisa diolah menjadi makanan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Seperti, lele lodho, serundeng hingga abon dari duri ikan payus. Akan tetapi, tak sedikit warga yang bisa mengolahnya.

Melihat permasalahan itu, KKN Kelompok 22 UPN Veteran Jawa Timur kemudian berinisiatif memberikan pelatihan kepada warga Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo Surabaya.

Kegiatan KKN di bawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan, Gideon Setyo Budiwitjaksono tersebut, fokus kepada sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan duri dari Ikan Payus menjadi serundeng dan abon.

“Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diberikan kepada ibu-ibu PKK warga Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo di Balai RW 02 pada Kamis 22 Juli 2021 lalu,” terang Gideon Setyo Budiwitjaksono dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/8/2021).

Foto: Proses pembuatan Abon duri Ikan Payus, Kamis (22/07/2021)

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan pendapatan warga. Sehingga diharapkan dapat semakin membuka lapangan pekerjaan di wilayah Kecamatan Asemrowo di masa pandemi Covid-19.

“Ikan payus adalah salah satu ikan yang keberadaannya cukup melimpah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk olahan yang dapat dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Terlebih, selama ini duri ikan yang dihasilkan oleh industri perusahaan pengolah Ikan Payus di wilayah tersebut, setiap harinya mencapai 15 kilogram atau 5 ton per tahun. Oleh sebab itu, perlu adanya pengolahan lebih lanjut agar limbah duri payus tidak menjadi sampah yang mencemari lingkungan dan dapat memberi manfaat pada manusia.

“Yang melatarbelakangi kami memilih duri ikan payus sebagai bahan olahan makanan karena (adanya) limbah duri ikan payus yang berada di lingkungan tempat tinggal masyarakat Tambak Sarioso selaku produsen olahan Ikan Payus. Apalagi, duri Ikan Payus juga memiliki manfaat untuk mengurangi osteoporosis sehingga bermanfaat bagi kesehatan,” paparnya.

Di sisi lain, pandemi menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. Khususnya pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengalami tekanan besar dalam krisis akibat pandemi Covid-19.

“Harapannya dari hasil pembuatan dan kegiatan sosialisasi mengenai abon dari duri Ikan Payus ini dapat digunakan sebagai pengembangan sektor UMKM pada Kecamatan Asemrowo, Kelurahan Tambak Sarioso di masa pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Pihaknya menilai, pengolahan abon dari duri ikan payus ini dapat menjadi kegiatan rutin warga Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya. “Selain itu usaha abon duri ikan payus merupakan usaha yang sangat menjanjikan ke depannya. Karena abon duri Ikan Payus masih sangat awam bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, usaha ini juga masih memiliki beberapa kendala. Salah satunya yakni, masih kurangnya pengetahuan warga mengenai abon duri ikan payus tersebut. Karena itu, untuk bisa memajukan usaha abon duri Ikan Payus ini perlu diberikan sentuhan yang dapat membedakan abon duri Ikan Payus dengan abon pada umumnya.

“Kegiatan ini (pembuatan abon duri Ikan Payus) sangat mudah untuk dibuat dan diharapkan bisa menjadi kemajuan dan inovasi baru untuk jenis-jenis makanan dari ikan payus yang bisa diolah oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Tambak Sarioso dan bisa dikembangkan lagi untuk produk baru dari UMKM bagi warga Kelurahan Tambak Sarioso agar lebih diminati oleh banyak orang,” jelasnya.

Foto: Hasil produk abon Ikan Payus secara simbolis diterima Camat Asemrowo Bambang Udi Ukoro (kaos merah), Kamis (22/07/2021)

Penggerak PPK Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya Novelia mengaku senang mendapat pengetahuan mengenani pengolahan abon dari duri ikan payus. Ia pun berpesan kepada peserta KKN Kelompok 22 UPN Veteran Jatim agar tetap semangat mencari ilmu.

“Untuk adik-adik KKN Kelompok 22 UPN Veteran Jawa Timur agar tidak pantang menyerah untuk mencari ilmu serta manfaat tentang pengolahan abon dari duri ikan payus serta sebagai pengalaman agar semakin sukses,” kata Novelia.

Hasil olahan abon yang berasal dari duri Ikan Payus inipun secara simbolis kemudian diterima Camat Asemrowo, Bambang Udi Ukoro, beserta Lurah Tambak Sarioso Rudy Hermawan dan Ketua RW 02.

Camat Asemrowo, Bambang Udi Ukoro menyampaikan terima kasih atas pelatihan yang diberikan kepada warganya. Nantinya, abon duri Ikan Payus ini akan dipromosikan dan diproduksi oleh warga Kelurahan Tambak Sarioso sebagai produk baru untuk usaha UMKM.

“Terima kasih kepada KKN Kelompok 22 UPN Veteran Jawa Timur yang telah memberikan ide untuk produk baru dari olahan ikan untuk warga Kecamatan Asemrowo, Kelurahan Tambak Sarioso,” pungkasnya.


Oleh :

  • Dr. Gideon Setyo Budiwitjaksono, M.Si. (Dosen Pembimbing Lapangan)
  • Wahyu Timur Aji Pramono (Ketua KKN Kelompok 31 UPN Veteran Jatim)
  • Dwi Nuning Anggraeny (Sekretaris Kelompok 22 KKN UPN Veteran Jatim)
  • Divisi Ekonomi Kreatif & Kewirausahaan selaku Perencana dari program Abon Duri Ikan Payus

Sumber : Pemkot Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.