Gapura Edisi November 2021

oleh -48 views


Pembaca Gapura yang Terhormat

Makan enak dan tidur nyenyak. Itulah impian penduduk bumi. Tapi keinginan itu tersendat hampir dua tahun lamanya. Sudah tahu penyebabnya? Penyebaran Sars-Cov-2 atau virus corona. Penyebaran virus ini menghentikan semua aktivitas masyarakat di muka bumi.

Tapi virus ini tidak bisa disalahkan. Penyebarannya yang dikendalikan. Itulah yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kurang lebih dua tahun lamanya penyebaran Covid-19 mampu ditekan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencoba membawa mimpi yang sempat tersendat setelah PPKM Level 1 didapat. Makan enak dan tidur nyenyak. Ditambah jalan-jalan.

Pertanyaannya kapan? Jawabannya, sik ta rek, sabar. Majalah Gapura edisi November 2021 menyuguhkan kelihaian Pemkot Surabaya yang mencoba menyajikan impian itu. Tidak perlu mewah. Apalagi mahal. Cobalah mlaku-mlaku nang Tunjungan. Di sana akan disuguhkan Tunjungan Romansa. Inilah role model wisata kota. Bukan sekadar jalan-jalan, sih. City tour ini dikemas lengkap dan apik.

Sebetulnya bukan Jalan Tunjungan yang dijadikan masterpiece wisata kota. Ada Sontoh Laut. Opo maneh iku? Sontoh Laut adalah wisata bahari yang ada di Kelurahan Greges, Kecamatan Asemrowo. Masyarakat sekitar masih mempertahankan budaya larung makanan ke laut.

Konsep city tour yang digagas Pemkot Surabaya mendapat sambutan positif pihak hotel. Harapannya bisa mendongkrak kunjungan tamu. Begitu juga dengan pelaku usaha transportasi dan agen wisata berharap cuan dari konsep tersebut.

Ojo lali bapak pesen, gae masker! (jangan lupa Wali Kota Eri Cahyadi, berpesan, pakai masker). Harapan Pemkot Surabaya membangun perekonomian mulai jelas. BPS Kota Surabaya mencatat inflasi bulan Oktober 2021 sebesar 0,20 persen. Angka itu lebih baik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang deflasi 0,13 persen.

Operasi pasar dan kerja sama antar-OPD Pemkot Surabaya mampu mengontrol harga barang. Catatan positif itu akan dipertahankan hingga akhir tahun. Terbentuknya TPKAD juga memberi angin segar bagi pelaku UMKM di Surabaya. Selain terlindungi dari jeratan pinjol ilegal, UMKM bisa mendapat akses modal.

Wali Kota Eri Cahyadi all out menyapa warga. Kampung-kampung dikunjungi. Tujuannya untuk menyerap aspirasi, sekaligus memecahkan persoalan warganya. Tapi ojo kaget, orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya itu piawai melenggang di atas catwalk. Tampil mengenakan busana rancangan arek Suroboyo dalam Surabaya Fashion Week.

Tepat di Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, APBD Kota Surabaya tahun 2022 disahkan. Besaran duitnya Rp10,4 triliun. Anggaran itu difokuskan untuk kesejahteraan sosial, yang meliputi pendidikan, kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah prestasi warga RW 3 Kelurahan/Kecamatan Jambangan. Majalah Gapura berkesempatan menemui Ketua RW 3, Djamalludin selepas menerima Proklim Kampung Lestari dari KLHK, sebagai kampung peduli lingkungan. Banyak kisah yang bisa ditiru warga lain untuk menjadikan kampung bersih dan sehat.

Relaksasi yang diberikan Pemkot Surabaya membawa hasil. Pelaku UMKM di 12 SWK kini sudah tersenyum. Omzetnya berangsur-angsur pulih. Saat ini pendapatan pelaku UMKM sudah 85 persen.

Bahkan normal 100 persen. Pemkot Surabaya tidak mau mengabaikan anak-anak terdampak Covid-19. Dinkes Surabaya telah mengerahkan 26 ribu lebih kader kesehatan untuk memberantas DBD.

Oh iya, ketahanan pangan nyaris luput. Bulan ini DKPP panen ketela pohon yang langsung dibagikan kepada warga. Selanjutnya DKPP mendorong warga menanam tanaman pangan yang cepat dipanen agar bisa dirasakan manfaatnya.

Pelaku usaha batik, Aryono Setiawan layak untuk dikulik. Warga Medokan Tambak itu memiliki pekerja yang mayoritas disabilitas. Bahkan sudah dianggap adik. Sejak mendaftarkan usahanya melalui e-Peken, Ari mengaku pesanan mulai lumintu.

Kami persembahkan Majalah Gapura edisi November 2021!

Sumber : Pemkot Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.