Gegara judi online, Polwan bakar suami yang juga anggota polisi hingga meninggal

oleh -25 Dilihat
Polwan Briptu FN kini jadi tersangka setelah membakar suaminya. Foto: net

SURABAYATERKINI.COM: Diduga lantaran kecanduan judi online, seorang Polwan Polres Mojokerto Kota berinisial Briptu FN tega membakar suaminya sendiri yang juga anggota polisi, yaitu Briptu RDW. Bahkan, kini RDW dinyatakan meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, bahwa Briptu FN dan Briptu RDW sempat bertengkar lantaran persoalan keuangan. Uang yang ada di rekening Briptu RDW lenyap.

Merasa kesal, Briptu FN kemudian menyiramkan bensin kepada suaminya. Saat pertengkaran itu, Briptu FN sudah memindahkan ketiga anaknya untuk diasuh oleh asisten rumah tangganya. Api menyala dari korek bensol yang dipantik dari tangan Briptu FN.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, dari hasil penyelidikan sementara Briptu FN mengaku kesal karena suaminya kecanduan judi online. Uang untuk membiayai ketiga anak dari pasutri itu pun sering digunakan Briptu RDW bermain judi.

“Motif daripada kejadian ini bahwa saudara almarhum ini Briptu RDW sering menghabiskan uang belanja yang seharusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya,” jelas Dirmanto kepada awak media.

Dikatakan Dirmanto, saat kejadian, korban baru saja pulang dari kantor. Kemudian korban cekcok dengan istrinya. Karena tensi terus naik, Briptu FN yang sudah ditetapkan menjadi tersangka kemudian menyiramkan bensin ke wajah dan tubuh briptu RDW.

“Tidak jauh dari TKP itu ada sumber api. Sehingga terpercik lah itu akhirnya membakar yang bersangkutan,” tegas Dirmanto.

Ketika suaminya terbakar, Briptu FN sempat menolong. Bahkan, dia jua turut membawa suaminya ke rumah sakit dan menyesal dengan perbuatannya.

“Jadi FN ini juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menolong yang bersangkutan membawa ke rumah sakit dibantu oleh beberapa tetangga. Sampai rumah sakit, FN juga minta maaf kepada sang suami atas perilaku ini,” lapar Dirmanto.

Kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini merupakan kejadian pertama. Polisi menduga, Briptu FN sudah tidak bisa menahan emosi dan rasa kesalnya sehingga melakukan penyiraman bensin kepada suaminya.

Kasus ini sudah ditangani Subdit IV Renakta Ditkrimum Polda Jawa Timur. Briptu FN juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Dirmanto menjelaskan kalau kondisi psikis dari Briptu FN masih trauma dan terguncang atas peristiwa ini.

“Kita kasih pendampingan psikiater. Saat ini masih ditinjau semua,” tambah Dirmanto.

Namun, Polda Jawa Timur akan mulai melakukan mapping untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada anggotanya. Langkah itu sebagai antisipasi agar kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa.

“Kita sudah mendapatkan mapping anggota-anggota yang memang mempunyai masalah dan kelihatan. Kadang-kadang anggota kan ini punya masalah tapi tidak kelihatan, yang tahu hanya mereka berdua. Ini kita terus lakukan mapping untuk upaya-upaya pencegahan agar hal-hal ini tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Diketahui, Briptu RDW telah meninggal dunia usai dirawat di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Briptu RDW mengalami luka bakar hingga 96 persen. (Rd)

Visited 3 times, 1 visit(s) today

No More Posts Available.

No more pages to load.