Pelangi Mangga

oleh -377 Dilihat

Zulfani, bintang utama Laskar Pelangi saat masih kelas 1 SMP, sudah mencoba berjuang di Jakarta. Kuliah sinematografi di IKJ yang hebat. Bekerja di bidang perfilman.

Ia kalah di Jakarta. Terutama oleh Covid. Sebenarnya ia tidak kalah sendirian. Jutaan, miliaran, orang kalah oleh pandemi.

Ia pun pulang kampung ke Belitong. Kalah lagi. Lebih telak: terlibat kriminalitas.

Mungkin Zul segera masuk penjara. Itu kalau ia terbukti melakukan tindak pidana mengancam orang dengan senjata tajam. Hukumannya mestinya tidak berat. Tapi hukuman dari medsos sudah terlalu berat. Ia digambarkan seolah menjual istri secara eceran. Padahal bisa jadi kenyataanya lebih rumit dari itu.

Dengan tuduhan mengancam orang lain, mungkin hukumannya hanya tiga sampai lima bulan. Atau bahkan hukuman percobaan. Itu akan habis dipotong masa tahanan yang kini sudah hampir 1,5 bulan.

Zul masih bisa bangkit. Kalau ia mau. Kalau Belitong mau.

Wartawati Belitong Yusnani membuat tamsil khas untuk menggambarkan peristiwa kriminal yang melibatkan Zul itu. Tamsil itu dia ambil dari sosio-budaya lokal: anak-anak mencuri mangga.

Saya ngobrol panjang dengan satu-satunya wartawan yang sudah mewawancarai Zulfani di ruang tahanan Polres Belitong itu.

“Kasus ini saya ibaratkan mirip anak kampung mencuri mangga,” ujarnyi.

Yusnani lebih 10 tahun menjadi wartawan di Jakarta. Ternyata saya pernah sekantor dengan dia. Yusnani ingat apa saja kelakuan saya di kantor itu.

Setamat SMA di Belitong, Yusnani kuliah di IISIP Jakarta: Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Terkenal sebagai kampus kritis. Yang jurusan jurnalistiknya sangat menonjol.

Yusnani akhirnya pulang ke Belitong. Dia ingin merawat ibunyi. Di Belitong dia mendirikan tabloid Belitong Bertuah. Masih bertahan sampai sekarang.

Mencuri mangga itu, kata Yusnani, memang kriminal. Tapi anak-anak di kampung mencuri mangga bisa karena kesal: minta dengan baik-baik tidak diberi. Mengambil mangga yang sudah jatuh pun dihardik.

Anak-anak mencuri mangga, di samping memang kriminal, ada unsur meledek si pemilik pohon.

Dari hasil obrolan dengan Zul di sel tahanan polisi, Yusnani yakin Zul tidak seperti yang digambarkan medsos.

Bisa jadi, ada pikiran jahil di anak-anak muda semobil itu (Lihat Disway Kamis-Jumat). Pikiran mereka lagi nakal: mencari uang kecil dengan cara meledek laki-laki yang bukan baik-baik saja. Sejenis pikiran nakal untuk mengambil harta dari orang nakal.

Zul, menurut Yusnani, tidak sampai pada tingkat menjual istri beneran. Ia hanya seolah-olah akan menjual. Hanya untuk ngerjai orang nakal.

Atau memang nakal beneran. Bahkan, jangan-jangan justru sang istri yang punya ide. Bisa saja berdasar pengalamannyi sendiri sebagai member di aplikasi MiChat: tidak mungkin ada laki-laki yang berani memperkarakan perbuatan yang akan membuat pelakunya malu. Pun bisa merusak rumah tangganya.

Wartawan seperti Yusnani yakin perkara ini masih di batas kenakalan anak-anak muda. Bukan kejahatan besar terhadap orang baik-baik.

Saya sendiri sulit mengambil kesimpulan. Waktu saya hanya 18 jam di Belitong. Dipotong tidur 5 jam, urusan pribadi, olahraga senam masal 1,5 jam. Lalu harus bermobil ke Belitong Timur yang menghabiskan waktu 3 jam pulang pergi. Saya harus ke Beltim. Saya bisa kuwalat dengan Ahok dan Yusril Ihza Mahendra kalau tidak mampir kampung mereka di Gantung.

Kata Yusnani: perbuatan kriminalnya memang ada. Motifnya yang belum ketahuan. Media terlalu minim menggali motif di balik perbuatan kriminal Zulfani itu.

Tentu harga mangga hanya Rp 10.000-an. Bentuknya juga kecil agak bulat –kecuali mangga yang merekah. Sedang harga wanita di aplikasi MiChat ini Rp 500.000. Bentuknya tidak bulat, hanya merekah. (*)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*

Edisi 10 Juni 2023: Pelangi Bangkit

Lusy Anggraini

*Emboen Pagi* Ada yang nasab dan nasibnya baik, Ada pula yang nasabnya baik tapi nasibnya kurang baik, begitu sebaliknya. Zul berasal dari nasab biasa, berkat laskar pelangi nasibnya menjadi baik, namun nasib baik Zul hanya sementara, kini Zul harus berusaha memperbaiki dan mengadu nasibnya lagi dibalik jeruji besi

 

Mbah Mars

EMBOEN PAGI: Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk. — Sapardi Djoko Damono___

 

Riyono ,SKP

Bagaikan embun pagi. Tenang,diam. Paling banter menetes. Tak perlu deras mengalir jauh. Netral saja .Tak perlu gigi lima.Mau kemana. Netral saja.Tak perlu atret.Awas belakang. Netral saja.Parkir.Ngopi dulu.Baca CHDI.

 

Echa Yeni

Wahai Embun Dimanakah kamu Mana tanggungjawabmu Sudah mmbuatku mnanggung rindu Di kutub utara aq mencarimu Kalo ttp tdk ktemu Ke kutub selatan aq menyusulmu Kalaulah tetap tyada dirimu Sudah hilangkah akal fikirku Jawab aku

 

alasroban

17 tahun yg lalu dia Masih anak-anak. Hura-hura macam apa yg di lakukan anak-anak? Ya bisa menyelesaikan kuliah sampe S1 dengan beasiswa itu sudah bagus. Namun memang begitulah episode hidup yang harus di lewatinya. Konon di usia 25 orang jawa menyebut nya “selawe”. Selawe itu kepanjangan dari seneng lanang / wedok. Fase hidup di mana orang seneng/suka sama lawan jenis / pasangan hidup.

 

Jhel_ng

Kakak kuliah di Surabaya. Meminjam buku dari temannya, kemudian saya baca sampai habis. Saya ulangi lagi. Itu waktu saya SMP. Anda sudah tahu apa judul buku itu. Menyuguhkan cerita yang “seusia” kami dengan sisi emosional yang juga “seusia”. Kami ini, Bah, dibesarkan dengan cerita Laskar Pelangi. Ketika di sini, saya tahu, membahas Laskar Pelangi tidak hanya menggambarkan Belitong. Laskar Pelangi adalah gambaran anak-anak Indonesia yang tidak punya apa-apa selain mimpi. Pernah kami ke sekolah yang harus masuk aliran sungai. 30 menit perjalanan berjukung. Guru-gurunya, hanya guru dengan semangat api yang mau di sekolah itu. Murid-muridnya, berangkat menantang maut. Itupun harus naik klotok dengan biaya 35rb sekali jalan. Mahal sekali, namun minim sekali fasilitas. Ketika di sana, kami sungguh terharu ketika mereka sama-sama menyanyikan lagu: Laskar Pelangi.

 

Jo Neka

Zul..ingatlah bahwa pesona dan ketenaran.Akan hilang pergi.Bag Emboen di pagi hari.Jangan engkau khilaf.Belajarlah dari pemilik Disway.Dari perusuh Disway.Bahwa cukup kita tahu generlapnya dunia.Hingar bingar musik berirama napsu.Hasrat duniawi yang menggebu.Tetapi ingat.Cukup di rasa.Janganlah engkau memilikinya.Sekali engkau memilikinya.Sulit untuk keluar.Engkau akan lumat.Setelah ini semoga engkau bangkit.Menggapai mimpi.Seperti pesan moral filmmu.Laskar Pelangi.Masih ada waktu.

 

Pryadi Satriana

Yang “membidani” Laskar Pelangi adalah Andrea Hirata. Semua yg terkait Laskar Pelangi — apa pun itu, termasuk suksesnya — tidak akan pernah ada jika Andrea Hirata tidak “membidani”-nya! Yang “membidani” PT Ensterna adalah Dahlan Iskan. Semua yg terkait PT Ensterna — apa pun itu, termasuk utangnya — tidak akan pernah ada jika Dahlan Iskan tidak “membidani”-nya! Orang bisa bangga saat menjadi “founder” suatu perusahaan, tapi tidak malu saat perusahaan itu tidak membayar utang bertahun-tahun sampai dibawa ke jalur hukum. Ngakunya “orang tarekat” tapi kelakuannya kok “kayak gitu” ya? #mengingatkan terus & terus mengingatkan#

 

Yellow Bean

Assalamu’alaikum Semangat pagi Selamat menikmati libur akhir pekan bersama keluarga tercinta. Dan untuk Zulfani yang sedang berjuang di balik jeruji besi bersama wanita ke 3 nya , roda kehidupan pasti berputar dan perlu mempersiapkan diri untuk masuk di area baru di setiap langkah nya. Jika tapak kaki menjejak di luar rumah pasti harus siap pula menjejak benda benda asing yang tidak selalu kita kenali. Seperti Michat yang ada di gadget karena di install kan dari vendor . Maka ujian hidup adalah cara Tuhan untuk menguji kita untuk naik di tangga kehidupan berikutnya. Jika Zulfani sudah memiliki nama besar mesti nya tidak sulit untuk bangkit walaupun pernah tersapu covid19 dan harus mudik. Jiwa muda yang penuh kreatifitas harus nya tidak terpaku hanya menempuh jalan pintas menggunakan cara instan yang kurang elok hanya untuk se sen rupiah. Jadi teringat cerita Dinas pariwisata di kampung kami yang dekat kreatifitas para pegawainya berhasil membuat program kegiatan yang dengan mudah mendongkrak pengunjung untuk bersantai dan menikmati hiburan di pantai sehingga target pendapatan Daerah pun dengan mudah bisa di capai. Alhamdulillah pernah jadi saksi sejarah ketika almarhum suami bercerita bahwa target pendapatan dari sektor pariwisata yang dikehendaki pemerintah sesuai perjanjian dinas bisa tercapai. Semoga persoalan yang membelit Zulfani segera terurai dan banyak jalan untuk memajukan pendapatan sektor pariwisata kalau mau bergandengan tangan dengan banyak pihak.

 

Chei Samen

Makasih PakGuru! Teringat saya akan pesan akhir Tuk Anggut (bapa kepada emak saya: kerana Almarhum punya janggut) kepada kami anak-cucu sebelum blio menutup mata, “jangan tinggal sembahyang (solat)”. SelamatSore BungMirza, jugateman2 chd!

 

Mirza Mirwan

Jagalah salat, jangan pernah melupakannya! Dulu ibu selalu menasihati kami, anak-anaknya, dengan kalimat itu. Dan saya menasihatkan kalimat yang sama untuk kedua putri saya. Nasihat sederhana. Tetapi buahnya sungguh luar biasa. Orang yang senantiasa menjaga salatnya, akan senantiasa ingat bahwa Tuhan selalu mengawasinya. Apa pun yang kita niatkan, kita ucapkan, kita lakukan, tak satu pun yang lepas dari pengawasan Tuhan. Dan di mana pun berada, orang dengan religiositas seperti itu akan senantiasa dalam penjagaan Tuhan. Di Central Park, NYC, ada seorang kulit hitam usia 30-an berjualan gantungan kunci dan pernak-pernik magnet yang biasa ditempel di kulkas. Begitu masuk waktu Isya, si kulit hitam ini segera mengambil wudhu dengan air dari botol. Lalu menggelar sajadah dan salat. Pada waktu ditinggal salat itu, ada saja orang yang menjaga si kulit hitam dan dagangannya. Kenapa? Karena akhlak si kulit hitam ini sangat terpuji. Orang dengan akhlak terpuji senantiasa menjadi rahmat bagi sekelilingnya. Insyaallah.

 

Alfi Nur Afifah

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi zulfani . Sudah banyak pepatah yang mengatakan Hidup itu seperti roda berputar, ada kalanya di atas dan adakalanya dibawah. Jika kita diatas jangan lupa untuk bersyukur, jika kita dibawah jangan lupa untuk bersabar. semangat untuk bangkit dari keterpurukan…..

 

Warung Faiz

Umur 26 th Zulfani sdh 3 kali berkeluarga,2 kali berakhir pisah… Sementara saya umur segitu blm berani mengikat komitmen dgn seseorang… Dan sekarang Zulfani terancam penjara,hidupnya sekarang seperti tak indah lagi…. Padahal kata Abah DI Belitong pulau yg indah,bisa jadi tempat wisata yg mampu menyaingi Bali kalau Pemda nya mau… Sebagai tempat yg indah,tentu cocok sekali utk photo2… Jadi ingat kata2 mamang photo “1..2..3..tetap senyum”…gejrek… “Selanjutnya ganti gaya”…gejrek.. Zulfani masih muda,masa depan masih panjang… Mungkin perlu dengar kata2 mamang photo tadi…

 

Pryadi Satriana

“Pak … Pak Tuwek!” Wuuiik, gak noleh babar blas … “Pak … Pak Tembem!” Wiiik, tetep ora noleh … “Pak … Pak Tjengenge San!” Waaah, tetep ae nylonong … “Hee … ‘Rai Gedhek’ koen!” Weeeh, malah langsung noleh … #kesadaran itu ada#

 

imau compo

Dunia belum kiamat, kata Muchsin dan Titik Sandhora. Masa depan yg cerah tetap terbuka sepeeti cerita hidup kakaknya teman saya. Ayo! Zulfany……semangat! Hebohnya anak muda zaman itu seperti Gito Rollies naik motor telanjang bulat di tengah kota Bandung begitu membaca ia lulus masuk ITB. Kakaknya teman saya punya kehebohan yg lebih besar karena membawanya ke dalam penjara. Saya tidak ingat kejahatannya, yg jelas pada akhir masa pendidikannya di SMTA, ibunya minta izin khusus ke kepala penjara utk ujian akhirnya. Saya tidak tahu detail beliau ikut ujian masuk STAN yg jelas dia juga lulus di STAN sampai menyelesaikan pendidikannya di lembaga pendidikan yg juga mendidik Helmy Yahya dan Sudirman Said tersebut. Masuk STAN zaman itu sangat sulit karena lulus STAN langsung berstatus pegawai negeri dengan segala macam gaji dan tunjangannya.

 

Jokosp Sp

Apakah jika kasusnya dibuka di pengadilan, barang buktinya akan ditampilkan di persidangan? Bagaimana nanti si Hakim memperlihatkan barang bukti tersebut, dengan cara apa? Apakah barang bukti tersebut bisa dilepas, karena terikat dengan benda lainnya? Atau apakah si Hakim bisa membawa barang bukti tersebut cukup dengan Foto pengganti alat bukti? Ini benar-benar kasus yang sulit. Sulit membawa barang bukti dan membukanya di proses pengadilan.

 

Liáng – βιολί ζήτα

Perlakuan “duniawi” terkadang lebih kejam daripada hukuman yang mesti ditanggung akibat kesalahan seseorang. Kecenderungan sebagian masyarakat untuk men-stempel mantan narapidana dengan berbagai atribut ke-aib-an seringkali lebih kejam daripada vonis hukuman itu sendiri. Syair lagu “Kalian Dengarkah Keluhanku” yang ditulis oleh Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far (Ebiet G. Ade) layak kita renungkan untuk diselaraskan dengan sikap kita sebagai bagian dari masyarakat dengan berbagai persoalannya. ………. Apakah bila terlanjur salah Akan tetap dianggap salah? Tak ada waktu lagi benahi diri Tak ada tempat lagi untuk kembali

 

Liam Then

Dengar tuh Zul nasehat Bang Gito. Artis perempuan terkenal ketangkep “jualan” saja ,malah tambah terkenal. Malah ada yang kerekam sedang “in action” maen film flora dan fauna. Politisi saja ada yang mantan pecandu narkoba dan koruptor. Pokoknya semangat saja Zul. Ingat kata orang bule ; “History is written by the victorious side” Nanti jika kau sudah berhasil Zul, bisa kau ceritakan kisah ini,bahkan dengan sudut pandang baru, yang bisa bikin masyarakat pilu. Kau kan orang seni Zul , bisalah kau bikin cerita itu. contoh : ” kucing saya waktu itu sakit, saya tak punya duit, ndak ada yang mau bantu, kata mereka cuma kucing, biarkanlah mati, saya tak rela, terpaksa saya cari cara, kemudian terjadilah.” Tapi ya harus ounya duit dulu Zul. Ada duit enak belanja, juga enak bicara. Begitulah kira-kira.

 

Gito Gati

Sekaranglah momen yang tepat buat si zul (zulfani) utk terkenal kembali. Si zul punya modal akting yang bagus, tinggal mental si zul ini mental orang kaya atau bukan. Kalau mentalnya kategori orang kaya si zul harusnya memanfaatkan momen ini sebagai titik balik dibidang ekonomi. Dalam kasusnya ini ia harus bisa diwawancarai media nasional. Kemudian menjadi flying victim oleh “nasib buruk” dari kodratnya. Lalu disitulah si zul harus memulai drama kehidupan layaknya artis2 ibukota. Ayo zul, bangkitlah. Tepislah rasa malumu. Karena kadang “rai gedek” itu lebih memudahkan hidupmu…

 

Liam Then

Jadi kepikiran bidadari mandi itu, lepas baju apa ngga. Legenda Joko Tarub hanya menceritakan selendang di ambil. Sisanya tak jelas. Juga tak jelas, apakah ia sengaja atau tak sengaja, melihat kumpulan bidadari mandi. Kalo sengaja itu namanya ngintip. Tindakan mengambil selendang bidadari itu nyolong. Disembunyikan, dan kemudian bidadari yang kebingungan diajak kawin itu namanya manipulatif. Ngintip,nyolong ,manipulatif. Jangan ditiru!!

 

Xiaomi A1

Waktu kecil dikasi tahu klo ada pelangi tandanya ada bidadari lagi mandi..

 

Pryadi Satriana

“MARAH” ITU TANDA CINTA! Anda pernah “marah” kepada orang yg Anda cintai? Kenapa dalam tanda petik? Krn tidak betul2 marah, itu bentuk perhatian! Tentang PT Ensterna saya sangat “nyengit” kepada Pak Dis. Mengapa? Saya ‘ngeman’ beliau, terjebak pada formalitas dan rasionalitas semu! Padahal beliau “orang tarekat”, dilatih “mengutamakan hakikat”. Saya sdh pernah nyindir, beliau akan ‘cuek’ — khas (mantan) orang penting yg “sok sibuk” — disinggung soal PT Ensterna. Jawabannya akan normatif-formalistis: “Sudah masuk ke proses hukum. Kita tunggu saja. Kan kita negara hukum?” Khas jawaban orang pernah kuliah — walaupun toh gak pernah lulus. Gak ‘ngeyek’, itu fakta! Toh “ketutup” ‘embel2’ “Prof. Dr.” — walaupun “diberi” (bhs. Jawa: “kek2-an”) bukan “meraih” (bhs. Inggris: “earned”). Menurut saya — Anda tentu boleh gak setuju! — itu sudah indikasi “kedunyan”! Kok? Lha iya, lha wong “mek 31M” — apalah artinya bagi seorang Dahlan Iskan yg punya triliun-an & “mengajukan syarat” ndhak mau ngambil gaji waktu ditawari jadi “sesuatu” – koyok2’o wis gak kedunyan, ‘ra perlu duit! Bertolak belakang kan? Makanya saya bilang, ndhak akan ada permasalahan PT Ensterna, ndhak akan ada utang PT Ensterna, ndhak akan ada gugatan hukum terhadap PT Ensterna, kalau Dahlan Iskan ndhak mendirikan PT Ensterna! Itu logika yg sangat sederhana, pasti bisa dipahami oleh seorang Prof. Dr. Dahlan Iskan, apalagi beliau “orang tarekat”! Shalom. Salam. Rahayu.

 

Johannes Kitono

Simpati dan empati dengan Ibu Guru Muslimah yang sedang sedih dan gundah hatinya. Melihat murid kebanggaannya ditangkap polisi karena perbuatan tercela. Pemeran utama Laskar Pelangi yang masih muda dan pasti ganteng juga. Tega menjadikan isteri ketiganya sebagai umpan via Michat untuk mendapatkan uang. Padahal cukup dengan bermodal ” Warung Kopi Laskar Pelangi” saja. Tidak akan susah bagi Zulfani Pasa cs untuk mendapatkan rezeki. Pasti Warung Kopi Laskar Pelangi akan jadi destinasi pariwisata bagi Pemda dan masyarakat Belitong. Kasus ini termasuk Tipiring dan menjadi heboh karena melibatkan Aktor Zulfani yang jadi kebanggaan masyarakat Belitong. Semoga kasus itu cepat selesai. Dan Zulfani bertobat,minta maaf sama Ibu Guru Muslimah dan masyarakat Belitong. Tentu, jangan kawin cerai lagi yah.

 

Komentator Spesialis

Mas Jo, memang serba susah. Toko toko ritel, bahkan peritel besar, mendapat persaingan keras dari toko waralaba seperti in**maret atau a**amart dan online. Kalau sifatnya kebutuhan pokok saingannya 2 itu. Sedangkan kebutuhan lain saingan sama online. Dan tentu yang utama, kondisi ekonomi sedang tidak baik baik saja. Tempat rekreasi dan mall ramainya hari hari setelah gajian. Begitu juga ATM. Dan jangan lupa, banyak juga yang tampilannya wah, ternyata dari panci, rumah sampai mobil hasil ngutang.

 

yea aina

Puluhan ribu buruh industri padat karya di PHK. Pengusaha berdalih menurunnya permintaan ekspor dan membanjirnya produk import sejenis. Kenyataan pahit di tengah situasi menurunnya daya beli masyarakat. Zulfany tak sendiri, kenyataan pahitnya hidup tidak sedikit yang mengalami. Jangan lupa ngopi, karena pahitnya kopi terasa manis bila tahu cara menyesapnya. Manis tidaknya kopi, kita yang tentukan. Pun pahit tidaknya kenyataan hidup ini.

 

Johannes Kitono

Putri Ariani. Selain Bu Mus orang yang paling kecewa dengan kasus Zul adalah Andrea Hirata. Penulis novel Laskar Pelangi yang menceritakan pengalaman hidupnya didesa. Andrea Hirata yang alumni FEB-UI ,Sorbonne Perancis dan Sheffield UK tentu tidak menyangka. Akhir yang tragis dari Zulfani Pasa, pemeran utama Laskar Pelangi. Membaca HL Kompas ( 10/6 ) tentang Putri Ariani, masyarakat pasti bangga dan terhibur. Putri Ariani dengan lagu Loneliness ciptaan sendiri. Sempat membuat kagum dan memaksa juri Simon Cowell yang terkenal kejam dan pelit kasih nilai di AGT. Naik panggung dan menyalami Putri Ariani yang disfabel netra tapi tampil dengan Pede. Kembali Putri Ariani mengalunkan lagu lain yang terkenal dan menghasilkan Golden Buzzer. Dengan bahasa Inggris yang fasih murid SMM, Yogyakarta ini menyampaikan ke Simon bahwa cita-cita mau kuliah di The Juirliard School, sekolah musik yang beken di Amerika. Congrat buat Putri Ariani dan kedua orang tuanya yang bahagia.Semoga Putri Ariani bisa menang di Final AGT dan bisa diterima di The Juilliard School. Tentu akan memberikan inspirasi bagi para Disfabel dan mengharumkan nama Indonesia.

 

Kang Sabarikhlas

Emboen lihatlah, pelangi dipujapuji/ nakal pun tenggelam diajak bangkit/ duh beta ‘diumbar’ jadi perusuh sedih/ inikah KW Kenyataan hidup pWahit/ ……….. anu, ini Puisi KW….hik.hik.hiks..

 

Udin Salemo

#everyday_berpantun Nona cantik jadi gambar sampul/ Karena bagus lalu kubeli/ Saya mengaku kalah sama Zul/ Dia umur 26 sudah nikah 3 kali/ Tak payah pergi ke pantai Carita/ Kalau hanya untuk begadang/ Sungguh susah cari istri setia/ Tak punya uang Anda ditendang/ Karambia satandan labek/ Baminyak satangah kuali/ Mancaliak kaniang mangkilek/ Uda nan indak bapaliang lai/ Samak-samak dibaliak pondok/ Bia ditabeh pakai parang/ Bia itam inyo badagok/ Nan suko manolong urang/

 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

No More Posts Available.

No more pages to load.