Wali Kota Sutiaji Ajak Jadi Pemimpin Ideal

oleh
oleh -358 Dilihat

Malang, Memorandum.co.id –  Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menguatkan jajaran internalnya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab tuntutan masyarakat.

Itu disampaikan saat memimpin Apel Pagi yang diikuti para perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang, di halaman Balai Kota Malang, Senin (19/6).

Mengawali amanatnya, Sutiaji menceritakan hasil disertasi akademisi yang membahas tentang efektivitas pelayanan publik. Kesimpulan hasil kajian tersebut adalah pemerintah yang memiliki efektivitas pelayanan publik didukung oleh pemimpin yang mempunyai kompetensi dan unggul.

“Saya ingin memberikan informasi hasil disertasi dari 2 doktor yang mengambil focus pada layanan publik. Satu dari UI dan satunya dari UB. Hasil kajian pemerintah yang dianggap berhasil itu adalah pemimpin yang mempunyai kemampuan dan mempunyai kompetensi secara detail. Itu artinya bahwa saat ini diperlukan seorang pemimpin yang mengerti (persoalan, red) sampai detail,” urainya.

Berdasar hasil kajian itu, Sutiaji menyebutkan di era sekarang, tipologi kepemimpinan sudah banyak berubah. Di era ini ekpektasi masyarakat semakin tinggi, tipologi kepemimpinan yang diinginkan yaitu pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi lebih pada pemimpin yang bertipikal mau untuk mengetahui dan mencari tahu sampai dengan detail sebuah permasalahan.

Sutiaji menyampaikan korelasi dari disertasi ini dengan perilaku kerja yang dilakukan adalah perubahan paradigma, pemimpin harus mampu menyentuh sampai pada implementasi terkecil yang dilakukan. Utamanya, adalah yang berhubungan dengan permasalahan baik di lingkup organisasinya ataupun di masyarakat.

Era dulu, seorang pemimpin mungkin cukup memerintahkan yang diperintahkan dan terkadang tidak mengerti sampai detail. Kini, sudah berubah tuntutan seorang pemimpin. “Pemimpin yang berhasil itu adalah pemimpin yang detail yang mengerti permasalahan-permasalahan di masyarakat,” ujar Sutiaji.

Menurutnya, dengan mengetahui hingga terkecil maka akan memudahkan untuk melakukan kontrol dan pengawasan serta mencari jalan keluarnya. Ini didasarkan pada sifat masalah yang cenderung dinamis. Tak kalah pentingnya adalah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Struktural bisa mengambil sikap dan kontrol terus menerus yang harapannya tentu masuk kepada era digitalisasi yang sempurna atau sudah mendekati paripurna. Memang kita diwajibkan dan diharuskan mengerti apa yang menjadi permasalahan dan masalah itu sifatnya tidak statis, masalahanya dinamis, goalnya diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan semakin meningkat,” terang Sutiaji.

Untuk itu, harus memahami beban kerja yang diemban sehingga dapat dilaksanakan dan dilakukan pengawasan. “Ketika bicara siapa maka siapa itu harus mengerti apa yang menjadi core bisnis dari sebuah proses, sehingga harapannya ketika dia bekerja, siapa bekerja apa, apa itu harus didetailkan analisa swot-nya, kalau ditinjau dari filosofi harusnya bisa menerangkan apa kerja apa, maka indicator capaiannya harus jelas,” jelasnya.

Sutiaji mencontohkan berita yang diterimanya pada Senin pagi terkait kejadian kecelakaan yang menimpa salah seorang pegawai Puskesmas Kendalsari. Informasi ini langsung diteruskan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas yang bersangkutan

Wali Kota Sutiaji mengatakan kehadiran negara di tengah masyarakat sangat dibutuhkan selaras dengan dinamika perubahan yang membuat masyarakat ingin lebih mendapatkan pengayoman dan perhatian.

Bersamaan, mengajak semua ASN di Kota Malang untuk berkolaborasi dan berakseleras untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kemajuan Kota Malang secara menyeluruh. (hms/ari/gus)

No More Posts Available.

No more pages to load.