Bukan Sekadar Orientasi: MPLS SMA Negeri 20 Surabaya Prioritaskan Keakraban dan Anti-Kekerasan

oleh
oleh

surabayaterkini.com – SMA Negeri 20 Surabaya berhasil menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 dengan nuansa yang ramah, edukatif, dan penuh kegembiraan. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2025, ini dipusatkan di lingkungan sekolah yang strategis di kawasan Rungkut, Surabaya.

MPLS merupakan agenda tahunan vital yang bertujuan membantu siswa-siswi kelas X beradaptasi dengan lingkungan belajar baru mereka. Lebih dari sekadar perkenalan fisik sekolah, MPLS ini fokus pada pengenalan nilai-nilai positif serta budaya yang dijunjung tinggi di SMA Negeri 20 Surabaya.

Usung Tema “MPLS RAMAH”, Tekankan Anti-Kekerasan

Mengusung tema “MPLS RAMAH”, kegiatan tahun ini secara tegas menekankan pendekatan tanpa kekerasan, menjunjung tinggi inklusivitas, dan mempererat keakraban antar seluruh warga sekolah. Seluruh rangkaian acara dirancang dengan pendekatan edukatif dan humanis, jauh dari praktik perpeloncoan yang kerap menjadi sorotan.

“MPLS tahun ini beda. Seru, tapi juga bikin kami nyaman. Kakak OSIS-nya sabar banget ngajarin,” ujar salah satu siswa baru dengan antusias, menggambarkan suasana positif selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian Kegiatan Komprehensif dan Menarik

Dibimbing oleh tim panitia gabungan guru dan anggota OSIS, acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 20 Surabaya. Berbagai fasilitas sekolah seperti aula, lapangan, dan ruang kelas dimanfaatkan optimal untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Adapun beragam rangkaian kegiatan MPLS yang diikuti siswa baru meliputi:

Pengenalan seluruh jajaran guru, staf, hingga wali kelas.

Sosialisasi visi, misi, struktur organisasi, dan tata tertib sekolah yang menjadi pedoman.

Senam pagi bersama dan sesi ice breaking untuk membangun kekompakan dan kebersamaan.

Sesi motivasi dan pendidikan karakter yang inspiratif.

Edukasi penting mengenai pencegahan kekerasan dan bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif).

Literasi digital dan etika bersosial media yang krusial di era digital.

Adaptasi lingkungan sekolah melalui tur fasilitas dan simulasi kegiatan belajar.

Pentas seni dan budaya sebagai penutup yang memukau, menampilkan kreasi siswa baru dalam bentuk tari, musik, hingga parade atribut kebangsaan.

Seluruh kegiatan disambut antusias oleh para siswa dan orang tua. Suasana yang hangat dan mendukung membuat MPLS terasa sangat menyenangkan dan bermakna bagi para peserta.

Dengan berakhirnya MPLS, para siswa baru SMA Negeri 20 Surabaya kini telah siap penuh semangat dan rasa percaya diri untuk memulai perjalanan pendidikan mereka. (cak)