
Sidoarjo-SURABAYATERKINI.COM: Rasa syukur pada Allah SWT atas nikmat, kesehatan dan umur yang panjang hingga kembali menjumpai bulan suci ramadhan 1447 Hijriyah. Bulan ini merupakan bulan yang penuh rahmat, dan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Ramadhan ialah sebuah momentum untuk saling instropeksi. Sehingga bukan hanya sebagai bulan pengendalian diri dari hawa nafsu, lapar dan dahaga semata. Tetapi lebih dari itu, sebagai waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada pemilik semesta alam ini.
“Ramadhan sebuah momentum. Hari yang sangat berharga, karena bulan ini penuh berkah, ampunan dan kebaikan. Tidak semua orang akan berjumpa dengan ramadhan, dan sangat beruntung kita kembali dipertemukan pada ramadhan kali ini,” tutur H. Andry Ermawan SH., Ketua DPC IKADIN Sidoarjo dalam memaknai Ramadhan 1447 Hijriyah.
Berpuasa ramadhan, bagi Andry, merupakan kewajiban yang harus dijalankan meski dengan aktivitas sebagai Advokat yang sangat padat. Di tengah rutinitas melakukan pembelaan, ia pun menyadari sebagai hamba Allah dan umat Rasulullah Muhammad SAW yang tetap berkewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan.
H. Andry kembali mengutip Surat Al Baqarah ayat 183, sebagai berikut;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa puasa ramadhan adalah kewajiban bagi umat Rasulullah, untuk mencapai derajat ketaqwaan pada Allah SWT. “Karena puasa yang kita laksanakan, Allah yang akan langsung memberikan penilaian dan membalas semua amal ibadah kita selama bulan ramadhan dengan pahala. Termasuk adanya ampunan, dan penyucian diri dengan menerima taubat atas perbuatan yang kita lakukan sebelum ramadhan,” jelasnya.
Menurut H. Andry, ramadhan juga momentum yang sangat tepat untuk merefleksikan rasa syukur atas nikmat dan rejeki yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan, Rp 1 pun yang kita amalkan di bulan suci ramadhan, pahalanya akan dilipat gandakan menjadi 700 kali lipat.
“Kita wujudkan rasa syukur kita dengan berbagi terhadap saudara-saudara kita yang berkesusahan, kaum dhuafa hingga anak-anak yatim. Mari kita berikan santunan pada mereka yang membutuhkan. Dan, Insya Allah ini akan menjadi berkah,” ujar Ketua Melayu Raya Korwil Jawa Timur ini menjelaskan.

Puasa juga menjadi pusat pengendalian diri. Dikatakan H. Andry, pada bulan ramadhan ujian yang diberikan bisa jadi cukup besar dibanding bulan-bulan sebelumnya. Namun disitulah nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan akan terukur, sejauh mana umat Muhammad SAW ini menjalankan perintah-Nya.
“Diantaranya, harus bisa menahan amarah saat menjalankan profesi. Seperti seorang Advokat yang harus bisa lebih bersabar saat bersidang, misalnya. Bertanya dengan nada tinggi pada saksi di persidangan juga bisa mengurangi nilai pahala puasa kita. Selain itu, saat berpuasa jangan meninggalkan ibadah lainnya, shalat harus 5 waktu dan jangan lupa membaca Al Quran (Tadarus),” terangnya.
H. Andry kembali menegaskan, di bulan suci ramadhan umat Rasulullah Muhammad SAW harus banyak-banyak bersyukur. Dengan meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta menumbuhkan sifat peduli terhadap sesama. Karena ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang baik dari 1000 bulan.
“Kalau kita punya kelebihan rejeki ayo kita sisihkan untuk mereka yang membutuhkan, kita santuni dhuafa, kita santuni anak-anak yatim. Hilangkan rasa sombong, kikir, dan rakus. Ayo kita tawadhu menjalankan puasa ini. Dan semoga kita kembali dipertemukan pada ramadhan berikutnya, Aamin,” pungkasnya. (Red)





