Aceh Istimewa

oleh -404 Dilihat

SURAT itu akhirnya dikirim ke presiden. Isinya: minta agar Achmad Marzuki dicukupkan sekian saja. Jangan diperpanjang. Cukup setahun menjadi pejabat gubernur Aceh.

Yang mengirim surat: Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Resmi. Dengan kesepakatan bulat semua fraksi yang ada di sana.

Waktu berkunjung ke Aceh, Jumat-Sabtu lalu, saya sudah mendengar keinginan seperti itu. Sudah pula jadi perbincangan umum.

Yang membuat sulit pusat –atau justru mudah– adalah: di surat itu disebutkan pula calon pengganti Marzuki yang diinginkan Aceh. Hanya satu nama. Bustami Hamzah. Pusat tidak diberi pilihan lain.

Masih ada sisa waktu 1,5 tahun sampai masa pemilihan kepala daerah serentak di seluruh Indonesia 2024.

Waktunya sudah mepet: tanggal 6 Juli depan genap setahun Marzuki menjadi pejabat gubernur Aceh. Berarti di tanggal itu sudah harus ada pejabat baru. Atau masa jabatan Marzuki diperpanjang –kalau Pusat tidak mau mendengar aspirasi daerah.

Marzuki adalah pangdam Iskandar Muda di Aceh tahun 2020. Ia bintang dua TNI-AD. Ia orang Palembang yang lahir di Bandung. Usianya 56 tahun. Akmil angkatan 1989. Ia juga pernah jadi asisten operasi di Kodam V/Brawijaya.

Sebagai mantan pangdam, Marzuki dianggap sudah mengerti Aceh. Maka tahun lalu namanya tercantum sebagai satu dari tiga calon pejabat gubernur. Nama-nama itu dikirim ke pusat. Yang mengirim: DPRA.

Beberapa tokoh mantan Gerakan Aceh Merdeka mendukungnya. Termasuk Muzakir Manaf. Ketua DPRA yang sekarang, Saiful Bahri, juga mendukungnya.

Tapi, waktu itu, dari tiga nama yang diusulkan ke pusat ada pilihan yang lebih diharapkan:  Indra Iskandar. Indra adalah sekjen DPR RI. Tentu punya hubungan baik dengan Puan Maharani yang putri Megawati Sukarnoputri. Puan adalah ketua DPR. Indra, putra daerah Aceh. Tidak berpartai.

Ternyata yang dipilih pusat adalah Marzuki. Aceh pun bisa menerima meski Marzuki bukan putra daerah. Calon satunya lagi, yang juga putra daerah adalah Safrizal, dirjen Bina Adwil Kemendagri.

Waktu itu, dengan mengusulkan tiga nama, Aceh sudah mencoba bijaksana. Termasuk mengusulkan tokoh militer dan putra daerah yang dekat dengan Puan Maharani –yang juga ketua DPP PDI Perjuangan.

Setelah setahun menjabat gubernur, Marzuki dinilai kurang cocok. Menurut SK-nya jabatan Marzuki memang hanya satu tahun. Sampai 6 Juli depan. Tentu bisa diperpanjang. Kalau pusat mau.

DPRA yang tidak mau. DPRA lantas kirim surat ke pusat. Agar jabatan Marzuki dicukupkan sekian. Lalu mengusulkan Bustami sebagai pengganti.

Tapi surat DPRA itu tidak ditandatangani ketua DPRA Saiful Bahri. Yang tanda tangan adalah ND Ketua DPRA: Safaruddin.

“Apa itu ND?” tanya saya.

“Nota Dinas,” ujar Ahmad Mirza Safwandy SH MH, dosen hukum di Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Ternyata saat itu sang ketua tidak ada di Aceh. Sebelum pergi, sang ketua meninggalkan nota dinas: siapa yang menjabat ketua DPRA selama ia pergi. Maka, si penerima nota dinas, Safaruddin, dari Gerindra, menjabat ND DPRA.

Safaruddin kini juga resmi dicalonkan Gerindra sebagai bupati Abdya. Safaruddin memang lahir di Abdya – -singkatan dari Aceh Barat Daya.

“Apakah surat yang ditandatangani ND DPRA itu sah?” tanya saya.

“Begitulah tata tertib di DPRA. Itu putusan badan musyawarah pimpinan DPRA,” ujar Mirza.

“Apakah untuk memperpanjang masa jabatan Marzuki itu pusat terikat pada surat DPRA?”

“Iya. Itu ada di pasal 4 ayat (4) Permendagri nomor 4 tahun 2023,” kata Mirza.

Dari surat itu DPRA terlihat ”marah”. Aceh tidak mau lagi terjebak oleh tiga nama. Maka hanya ada satu nama yang diusulkan: Bustami tadi. Tidak memberikan pilihan lain.

Bustami seumur dengan Marzuki: 56 tahun. Bahkan Marzuki-lah yang mengangkat Bustami sebagai sekda. Tahun lalu.

Bustami lahir di gampong (desa) Nicah, Peusangan, Bireuen. Ia sarjana ekonomi dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. Lalu memperoleh master ekonomi dari Universitas Padjdjaran, Bandung. Saat saya di Aceh Jumat lalu Bustami dapat jabatan baru: Ketua Alumnus Syiah Kuala. Terpilih secara aklamasi. Ia menggantikan Sulaiman Abda, tokoh legendaris Golkar di Aceh.

Maka tebak-tebakan baru pun muncul di Aceh: Marzuki yang diperpanjang Marzuki atau  Bustami yang diangkat.

Harga diri Aceh kini memang lagi terusik: dapat gelar provinsi termiskin kedua di Sumatera. Padahal tidak kurang-kurangnya orang pintar di sana.

Juga tidak kurang-kurangnya dana. Alokasi dana otonomi khusus begitu besar. Sejak tahun 2006. Itu menjadi bagian dari tercapainya perdamaian setelah tsunami lalu.

Setahun Aceh bisa mendapat Rp dana otonomi khusus 7,5 triliun. Itu dana untuk pembangunan, pemeliharaan sampai pengentasan kemiskinan. Jenis dana itu akan berakhir tahun 2028 kelak.

Hasilnya: masih termiskin kedua di Sumatera.

Tentu DPR-A punya alasan khusus tidak mau Marzuki diperpanjang. Mulai soal komunikasi politik sampai soal teknis ijin tambang.

Misalnya soal kehadiran Marzuki di pleno DPRA. Dari 30 kali. Pleno ia hanya hadir 7 kali. Itu dianggap sebagai tanda kurang harmonisnya hubungan dengan DPRA.

Hari-hari ini para tokoh politik Aceh beterbangan ke Jakarta. Lobi dan kontra lobi saling berganti. Pusat masih sangat berarti.

Daerah Istimewa Aceh lagi menanti takdir yang terkini.

Sejak perdamaian tercapai telah ganti-berganti orang dan golongan yang berkuasa.

Belum ada yang benar-benar istimewa. (*)

 

Komentar Plihan Dahlan Iskan*

Edisi 14 Juni 2023: Suhu Besar

 

MULIYANTO KRISTA

Sugeng injang Mbah Mars. Teringat jaman-jaman masih rebutan Pertamax sama mas Fadil dulu.

 

Lusy Anggraini

~Emboen Pagi~ Tetaplah “berbuat baik”, kala ada yang meremehkan setetes airmu. Tetaplalah “menolong” dengan kandungan oksigenmu. Kau “tidak pernah menyakiti” apalagi memusuhi. Tetaplah datang dengan “jiwa yang tenang”.

 

mzarifin umarzain

Saling membantu agar sukses sama2. Alam akan membantu mu menjadi sukses. Alam ciptaan Tuhan, tak berakal. Alam dikendalikan oleh Tuhan.

 

Leong Putu

Mbah Mars, kalau kita menolong membahagiakan istri orang lain, itu juga bisa berarti istri kita pun suatu saat akan dibahagiakan laki² lain ?

 

 

rid kc

Budha berasal dari India begitulah versi sejarah lainnya. Tapi saya sepakat dengan Suhu ini bahwa agama Budha berkembang dari Sriwijaya Palembang bukan dari lainnya. Kalau mau baca sumber sejarahnya ada di peninggalan Sriwijaya itu. Dulu Universitas Nalanda merupakan pusat universitas Budha di dunia. Dari sini sudah bisa dibaca bahwa Sriwijaya adalah pusat agama Budha. Universitas Nalanda menjadi pusat pengembangan agama Budha.

 

JIM vsp

Apakah Tong Sam Cong guru dari Kera Sakti, Ti Pat Kay dan Wuching adalah penganut Budha Mahayana? Yang sedang mencari Kitab Ke Barat, dengan 1000 Cobaan , luar biasa, Om Sancai sancai.. Om

 

Udin Salemo

#everyday_

berpantun leong putu manut kata mama/

dia dilarang menggoda Sonya/

inyong tabu berpantun hal agama/

demi menjaga perasaan penganutnya/

pesta adat Dayak bernama gawai/

arena anak-anak suka bermain/

ada juga perusuh di disway/

suka debat agama orang lain/

Karambia satandan labek/

Baminyak satangah kuali/

Mancaliak kaniang bakilek/

Uda Udin sumangaik sakali/

Empek empek dari Palembang/

Dibaok ka Sawahlunto/

Baurusan jo urang barutang/

Satiok diminta bisuak ka bako/

Merpati di awan biru/ Tabang di ateh udaro/

Di batin kito batamu/

Di layia banyak sansaro

 

Liáng – βιολί ζήτα

‘pagi… Oom Jo Neka, Oom MULIYANTO KRISTA, Oom Otong Sutisna, Oom Jo Neka, “Salah saya apa?” menurut hukum/rumus “peluk-memeluk” jelas Oom Jo salah….. A + B = C A —> Suami B —> Istri C —> Keluarga (Suami, Istri, Anak) D —> Perempuan Lain A + D ≠ C !! atau….. bisa jadi Oom Jo “jarang” memeluk istrinya….. (ketahuan….. kurang mesra sama istrinya) wkwkwkwkwkwkwk…..

#dahulu & sekarang dahulu: hemat pangkal kaya sekarang: investasi pangkal kaya

 

Mbah Mars

Suaranya Ny.Leong memang bagus. Tetapi jauh lebih bagus lagi jika tidak bersuara. Kabuurrrrr….

 

Leong Putu

OOT ……. Seandainya saya punya fulus lebih, istri saya akan saya ikutkan AGT. Tentu Simon Cowell akan lebih terpana, melebihi terpananya ke Putri. Dia belum tahu, bakat nyanyi istri saya. Hhhhh… Powernya : dapat. Penjiwaan : mantap Nada tinggi : lewat. Bahkan, kalau ada tawon di sekitar rumah, pasti akan pindah sarang dengan segera… … I Love You Say… Muah….muah

 

Fiona Handoko

menurut detik.com. pria shio kelinci selalu tampak bahagia dan nyaman. memiliki pembawaan yg ramah dan populer. pria shio kelinci selalu berpakaian rapi dengan tata krama sempurna. kendati demikian, ia adalah seorang individual yg tidak mau ikut tren. pria shio kelinci penuh imajinasi dan artistik. sebagai teman, pria shio kelinci merupakan pendengar yg simpatik. meski begitu jangan berharap dukungannya untuk mendampingi dalam melewati kesulitan. bagi bp thamrin dan teman2 perusuh yang kenal dengan pria bershio kelinci. yg juga sponsor tunggal kopdar agrinex. apakah deskripsi di atas sudah pas?

 

Alfi Nur Afifah

Jalan jalan ke pasar lama/

Pulangnya membeli kemeja//

Sungguh indah negeri kita/

Ada toleransi dalam beragama//\

#Salam damai IAI Al-Khoziny Buduran Sidoarjo

 

thamrindahlan

Suhu Besar umat budha berpikiran terbuka. Berbuat baik berbuat baik dan berbuat baik diulang ulang. Untuk orang lain tak pandang pandang siapa bermakna berbuat baik untuk diri sendiri. Benar sekali Palembang dulu beda dengan Palembang sekarang. Palembang dulu lebih dikenal dengan Sumatera Bagian Selatan geografi meliputi Palembang, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung. Kodam Sriwijawa masih memiliki seorang Panglima yang membawahi 5 Propinsi. Candi Umat Budha Muaro Jambi terletak di seberang kota Telanaipura dipisahkan Sungai Batanghari yang sangat panjang. Ritual keagamaan di candi muato Jambi setiap tahun dihadiri umat se dunia. Waktu menjadi sesuatu dulu awak pernah diajak sahabat yang menjabat Dirjen di Kementerian Agama. Bangunan di Medan luar biasa Megah dan luas. Menurut Beliau di Batam ada bangunan lagi lebih besar patungnya. Alinea terakhirCHDi hari ini menggelitik. Ajaran Mahayana : bantulah orang lain maka alam akan membantu sampai sukses. Percaya 100%. sering sering nonton Dai Tv banyak bukti orang sukses di tayangan yang ngak ada musik aliran keras juga dangdut hahaha.

 

Kang Sabarikhlas

Panas terik jadi lelah keliling sebagai agen freelance alias ‘blantik omah’… saya berhenti parkir motor suprabapack dibawah pohon sambil nunggu pesanan saya es teh Tarik-ulur diwarung, langsung baca cepat CHD dan dapat ide, mau sablon belakang jaket saya dengan kalimat..”Bantu belikan saya rumah, Anda sukses menuju surga”… atau… “Bantulah saya yang dahaga, Anda Sudah Tahu alam surga”… duh kok ndak enak kalimatnya, lha wong saya goblik, gimana sih buat kalimat trenyuh tidak menakuti orang yang hatinya baik benar benar baik hati… wis…mboh kah, semoga nanti bisa nonton Timnas vs Palestina. anu, main di tv apa?..duh tiket takterbeli.

 

Suardi Mengikat Hikmah

Banyak yang tak tahu, ditanah kelahiran saya Kampar, Riau yang juga tanah kelahiran “Putri cowwel” terdapat situs sejarah candi Muara Takus. Candi Muara Takus adalah situs candi tertua di Sumatra, merupakan satu-satunya situs peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau yang bersifat Buddhis. Meski dijambi juga terdapat candi Muara Takus, namun para sejarawan banyak yang meyakini bahwa Muara Takus di Kampar sebenarnya jauh lebih tua. Bahkan Budayawan Babe Ridwan Saidi juga membenarkan hal itu. Semoga Guru Besar suatu saat menemukan fakta kebenaran ini. Dimana hingga saat ini masih menjadi kontroversi.

 

Agus Suryono

TERTARIK DENGAN GAGASAN MEMPERTEMUKAN SUHU BESAR DENGAN AHLI SEJARAH.. “Rasanya jurusan sejarah di berbagai universitas perlu mengundang Suhu Besar. Agar pendapatnya itu diuji di kampus akademis.. ###Saya setuju dengan Abah. Selain untuk menguji “arah berkembangnya” agama Budha, saya juga titip untuk mendiskusikan.. 1. Siapa dan kapan yang membangun Candi Borobudur, untuk menguji kebenaran dari pihak yang mengkaitkan Borobudur dengan Nabi Sulaiman. 2. Untuk mendiskusikan apa sebenarnya fungsi dari situs Gunung Padang..

 

Johannes Kitono

Ketika CHD menurunkan tulisan Suhu Besar pada hari yang sama Presiden meresmikan Hospital Tzu Ci di PIK, Jakarta. Tentu kebetulan yang pasti tidak direncanakan. Vihara dan Hospital adalah bangunan yang non komersial. Didirikan untuk mendoakan dan mengobati manusia di dunia. Tahun 2018 pernah ikut Meditasi Tapa Brata di Baturiti, Bali. Selama 7 hari dan 6 malam semua peserta tidak boleh bicara, membunuh makhluk hidup , melihat wa dan membaca. Dengan dibimbing Guru Merta Ada, setiap hari hanya Meditasi dan mendengarkan ceramah. Ketika melakukan Meditasi ada 4 unsur yang penting : Konsentrasi, Kesadaran, Cinta kasih dan kebijaksanaan. Apabila keempat unsur itu disatukan terjadilah Pikiran yang Harmonis. Meditasi memang berasal dari agama Budha tetapi para peserta sebelum melakukannya justru diminta berdoa menurut agama masing masing. Jelas, Meditasi Bali Usada yang didirikan oleh Guru Merta Ada di tahun 1993 tidak berlandasan agama. Sudah banyak testimoni bahwa Meditasi bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Termasuk salah seorang Menteri Kabinet Presiden Jokowi yang sembuh dari LUPUS berkat Meditasi.Saat ini Bali Usada, Meditasi Kesehatan telah menjalin kerjasama dengan FK Udayana, Bali. Jadwal Meditasi online dilakukan setiap hari ( 05.00/ Inggris – 09.00/ bahasa – 21.00/bahasa ) via Radio Mixer dan You Tube. Mau tahu berapa biayanya untuk ikut Tapa Brata 1 incl board dan meal. Tahun 2018 cuma Rp.2,7 juta. Kalau bokek boleh minta discount. Dan kalau miskin bisa minta gratis.

 

Liam Then

Kalau tak salah saya dulu di inisiasi di vihara aliran Theravada. Alasan saya mau diinisiasi sangat sederhana, bukan karena panggilan religius, tapi karena saya ingin mendapat bimbingan langsung dalam hal teknik meditasi agama Buddha. Karena dari kecil sudah terbiasa di ajak orang tua, ke kelenteng Khong Hu Cu, yang juga ada altar untuk memuja Buddha di sana. Saya anggap sama saja, ibaratnya waktu itu. Saya anggap kucing hitam-putih sama saja, bisa tangkap tikus. Padahal kalo jujur, saya kesengsemnya sama aliran Buddha Tibet, yang biksu kepalanya disana dipanggil “Lama”. Gara-garanya dulu, waktu jalan-jalan ke toko buku, sewaktu masih jadi TKI. Ketemu buku berjudul “Eight Path to Enlightenment” karangan Surya Das, Lama bule yahudi, yang belajar langsung ke Nepal, tempat berkumpulnya para Lama asli aliran Buddha Tibet. Orang barat kayaknya lebih suka menyebut “Tibetan Buddhism” ketimbang menyebut alirannya. Ironis memang, saya dikenalkan lebih mendalam ke agama Buddha , malah oleh buku karangan orang Bule. Saya sudah lupa apakah buku itu ada mengulas tentang Mahayana, Hinayana, Tantrayana, atau Theravada. Saya lebih kesengsem tenggelam dalam lika liku cerita dan gaya menulis Surya Das, dalam buku tersebut. Ia berhasil menyarikan ajaran spiritualitas kuno yang njelimet, kedalam bahasa sederhana, untuk para “seeker” pemula, di dunia barat sana. Sederhananya buku ini mampu menerangkan kesesuaian agama Buddha dengan modernitas orang Barat.

 

imau compo

Jadi ingat safari di Jambi. Meskipun acara bisnis, kami berkeinginan juga mengunjungi Candi Muaro Jambi. Sayang, karena lokasinya di seberang sungai, kami tidak bisa mencapainya. Yg saya ingat, di dalam sungai penuh dengan tongkang batubara sementara di bibir sungai juga penuh dgn gundukan batubara. Ada kekhawatiran saya, waktu itu, batu bara ini melindas candi ini setelah jalan-jalan di Jambi rusak parah utk mengalirkan batu bara ke user. Menyambung keinginan Pak Agus, menghubungkan Suhu Besar dan akademisi, sebaiknya pernyataan Suhu ini diverifikasi terlebih dahulu, apakah dogma/doktrin atau bukan? Hal ini disamping untuk kemulusan kerjasama dan menghindari gesekan juga utk feasibility penelitian. Situs-situs Muara Takus dan Muaro Jambi memperlihatkan kita punya corpus penelitian yg kaya utk mendidik arkeolog-arkeolog yg hebat. Seharusnya, arkeolog-arkeolog kita menjadi profesor penting di Belanda bukan sebaliknya mahasiswa-mahasiswa kita menghapal teks-teks buku karangan akademisi Belanda (kecurigaan saya).

 

imau compo

Jadi ingat safari di Jambi. Meskipun acara bisnis, kami berkeinginan juga mengunjungi Candi Muaro Jambi. Sayang, karena lokasinya di seberang sungai, kami tidak bisa mencapainya. Yg saya ingat, di dalam sungai penuh dengan tongkang batubara sementara di bibir sungai juga penuh dgn gundukan batubara. Ada kekhawatiran saya, waktu itu, batu bara ini melindas candi ini setelah jalan-jalan di Jambi rusak parah utk mengalirkan batu bara ke user. Menyambung keinginan Pak Agus, menghubungkan Suhu Besar dan akademisi, sebaiknya pernyataan Suhu ini diverifikasi terlebih dahulu, apakah dogma/doktrin atau bukan? Hal ini disamping untuk kemulusan kerjasama dan menghindari gesekan juga utk feasibility penelitian. Situs-situs Muara Takus dan Muaro Jambi memperlihatkan kita punya corpus penelitian yg kaya utk mendidik arkeolog-arkeolog yg hebat. Seharusnya, arkeolog-arkeolog kita menjadi profesor penting di Belanda bukan sebaliknya mahasiswa-mahasiswa kita menghapal teks-teks buku karangan akademisi Belanda (kecurigaan saya).

 

imau compo

Jadi ingat safari di Jambi. Meskipun acara bisnis, kami berkeinginan juga mengunjungi Candi Muaro Jambi. Sayang, karena lokasinya di seberang sungai, kami tidak bisa mencapainya. Yg saya ingat, di dalam sungai penuh dengan tongkang batubara sementara di bibir sungai juga penuh dgn gundukan batubara. Ada kekhawatiran saya, waktu itu, batu bara ini melindas candi ini setelah jalan-jalan di Jambi rusak parah utk mengalirkan batu bara ke user. Menyambung keinginan Pak Agus, menghubungkan Suhu Besar dan akademisi, sebaiknya pernyataan Suhu ini diverifikasi terlebih dahulu, apakah dogma/doktrin atau bukan? Hal ini disamping untuk kemulusan kerjasama dan menghindari gesekan juga utk feasibility penelitian. Situs-situs Muara Takus dan Muaro Jambi memperlihatkan kita punya corpus penelitian yg kaya utk mendidik arkeolog-arkeolog yg hebat. Seharusnya, arkeolog-arkeolog kita menjadi profesor penting di Belanda bukan sebaliknya mahasiswa-mahasiswa kita menghapal teks-teks buku karangan akademisi Belanda (kecurigaan saya).

 

imau compo

Jadi ingat safari di Jambi. Meskipun acara bisnis, kami berkeinginan juga mengunjungi Candi Muaro Jambi. Sayang, karena lokasinya di seberang sungai, kami tidak bisa mencapainya. Yg saya ingat, di dalam sungai penuh dengan tongkang batubara sementara di bibir sungai juga penuh dgn gundukan batubara. Ada kekhawatiran saya, waktu itu, batu bara ini melindas candi ini setelah jalan-jalan di Jambi rusak parah utk mengalirkan batu bara ke user. Menyambung keinginan Pak Agus, menghubungkan Suhu Besar dan akademisi, sebaiknya pernyataan Suhu ini diverifikasi terlebih dahulu, apakah dogma/doktrin atau bukan? Hal ini disamping untuk kemulusan kerjasama dan menghindari gesekan juga utk feasibility penelitian. Situs-situs Muara Takus dan Muaro Jambi memperlihatkan kita punya corpus penelitian yg kaya utk mendidik arkeolog-arkeolog yg hebat. Seharusnya, arkeolog-arkeolog kita menjadi profesor penting di Belanda bukan sebaliknya mahasiswa-mahasiswa kita menghapal teks-teks buku karangan akademisi Belanda (kecurigaan saya).

 

Jimmy Marta

Ajaran yg satunya : Mana bisa membantu orang lain, kalau dirinya belum sukses. Perasaan, pernah dulu mendengarnya. Yak, itu saat para pegawai masih serba sulit. Yg kreatif, keluar nyari objekan. Yg patuh hanya berharap ada tetesan… Di kantor ‘proyek’ terbatas. Gk banyak yg bisa untuk penambah beli rokok, kopi apalagi belanja dapur..hehe. Maka para bawahan harus bisa berhibur diri. Mana mungkin ada limpahan, jk gelasnya belum penuh…hiks

 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

 

 

 

 

Visited 2 times, 1 visit(s) today

No More Posts Available.

No more pages to load.